Jumat, Januari 23, 2026
  • About
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Kontradiksi.id
  • Home
    • Home – Layout 1
  • News
  • Advertorial
  • Nasional
  • Hukum & Kriminal
  • Opini
  • Politik
  • Login
No Result
View All Result
Kontradiksi.id
Home Advertorial

Paradoks Keadilan: Senjata Laras Panjang Mengawal Mesin di Tanah Leluhur

Redaksi Kontradiksi.id by Redaksi Kontradiksi.id
Agustus 9, 2025
in Advertorial, Daerah, Hukum & Kriminal, Nasional, News, Opini, Parlemen, Politik
0
Paradoks Keadilan: Senjata Laras Panjang Mengawal Mesin di Tanah Leluhur
0
SHARES
685
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

KONTRADIKSI.ID Pohuwato – Ruas jalan menuju timbangan Marisa kembali memanas. Sebuah ekskavator jenis JCB yang disebut milik penambang rakyat diangkut oleh kendaraan operasional perusahaan yang diduga milik PT. PGP dari wilayah Gunung Pani. Bukan sekadar pengangkutan biasa—konvoi ini dikawal ketat petugas bersenjata laras panjang, Sabtu (09/08) sekitar pukul 15.30 WITA, seolah berhadapan dengan musuh negara, padahal yang dihadapi adalah rakyat yang menggantungkan hidup dari emas di tanah kelahiran mereka sendiri.

Pendiri Lembaga Aksi Bela Rakyat (LSM Labrak), Soni Samoe, tidak tinggal diam. Ia menghadang langsung konvoi tersebut di jalan, memprotes keras langkah perusahaan yang dinilainya mengedepankan ego korporasi di atas martabat warga lokal.

Related posts

MK Putuskan Bahwa Wartawan Tidak Langsung Dituntut Pidana Terkait Pemberitaan

Januari 19, 2026
Ketua JMSI Tinjau Kantor Kabar Multimedia Grup, Persiapan JMSI Pohuwato Dinilai Matang

Ketua JMSI Tinjau Kantor Kabar Multimedia Grup, Persiapan JMSI Pohuwato Dinilai Matang

Januari 14, 2026

“Seharusnya pihak perusahaan mempertimbangkan langkah mereka sebelum melapor dan membawa salah satu alat berat milik penambang rakyat Pohuwato. Kami merasa terhina di tanah kelahiran kami sendiri dengan sikap arogansi perusahaan,” tegas Soni.

Soni juga menyoroti ketidakadilan perlakuan perusahaan dan aparat dalam menangani persoalan tambang di Pohuwato.

“Dulu, dengan alat berat yang mau masuk bersama konsentrasi massa dari luar Pohuwato dengan senjata tajam, saat itu tak ada tindakan dari aparat maupun perusahaan. Tapi kenapa justru alat berat penambang lokal yang mau turun ke kampung karena mau berhenti menambang, malah dihadang oleh perusahaan dan dilaporkan ke Polres,” ujarnya geram.

Perusahaan berdalih bertindak berdasarkan izin resmi (IUP) yang mengatur wilayah konsesi mereka di Gunung Pani. Memang, UU No. 3 Tahun 2020 tentang Minerba memberi hak bagi pemegang IUP untuk melindungi wilayahnya dari aktivitas yang dianggap ilegal. Pasal 135 hingga Pasal 158 menjadi perisai hukum bagi korporasi.

Namun rakyat penambang bukan tanpa dasar moral dan sosial. Mereka telah menambang di Gunung Pani jauh sebelum izin korporasi diterbitkan. Mereka bukan sekadar pelaku ekonomi, melainkan bagian dari sejarah hidup daerah ini. Pasal 96C UU Minerba bahkan mengamanatkan bahwa pemegang IUP wajib mengedepankan penyelesaian persuasif, melibatkan pemerintah daerah, dan menghormati hak-hak masyarakat terdampak.

Jika amanat ini diabaikan, legalitas menjadi tumpul di mata rakyat. Sebab hukum seharusnya hadir untuk melindungi, bukan mengintimidasi.

Pengangkutan JCB dengan pengawalan senjata laras panjang memberi pesan visual yang kuat—dan sayangnya, lebih terasa sebagai intimidasi daripada perlindungan hukum. Di mata rakyat, langkah ini menunjukkan bahwa perusahaan lebih memilih memamerkan kekuatan daripada merangkul dialog.

Di wilayah dengan potensi konflik horizontal seperti Pohuwato, pendekatan semacam ini adalah bara yang bisa dengan cepat membakar.

Kasus JCB ini adalah potret telanjang dari ketidakadilan struktural di sektor tambang: korporasi bersandar pada pasal-pasal hukum yang kaku, sementara rakyat bertahan dengan hak hidup yang tak tertulis.

Jika negara dan aparat hanya berdiri di belakang korporasi, siapa yang berdiri di belakang rakyat? Jika pendekatan represif terus dijalankan, maka alat berat yang melintas di jalanan Pohuwato bukan lagi sekadar memindahkan tanah—tetapi memindahkan kesabaran rakyat menuju titik ledak.

Gunung Pani bukan sekadar wilayah konsesi di atas peta, ia adalah urat nadi ekonomi rakyat Pohuwato. Mengabaikan suara mereka sama saja menutup pintu damai dan membuka pintu konflik yang lebih luas.

TimRedaksi

Previous Post

Haji Suci Bagikan 100 Paket Makanan Siap Saji di Simpang Marisa, Wujud Kepedulian Sosial di Hari Jumat

Next Post

Ketua SPAN Kecam Keras Tragedi Maut PETI Tomula: Minta Penegakan Hukum Berlapis Berdasarkan Regulasi Konservasi dan Lingkungan

Next Post
Ketua SPAN Kecam Keras Tragedi Maut PETI Tomula: Minta Penegakan Hukum Berlapis Berdasarkan Regulasi Konservasi dan Lingkungan

Ketua SPAN Kecam Keras Tragedi Maut PETI Tomula: Minta Penegakan Hukum Berlapis Berdasarkan Regulasi Konservasi dan Lingkungan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RECOMMENDED NEWS

What You Need to Know About Sacred Balinese Dance: Sanghyang Jaran Dance

10 bulan ago
Zainudin Umuri Dilaporkan Resmi ke Polres Pohuwato, Usai Tewasnya Penambang Tradisional di Cagar Alam Potabo

Zainudin Umuri Dilaporkan Resmi ke Polres Pohuwato, Usai Tewasnya Penambang Tradisional di Cagar Alam Potabo

6 bulan ago
Antara Konsesi dan Konsekuensi: Delapan Tuntutan RADO di Titik Nol Menjadi Cermin Kontradiksi Negara

Antara Konsesi dan Konsekuensi: Delapan Tuntutan RADO di Titik Nol Menjadi Cermin Kontradiksi Negara

5 bulan ago

Sambut Idul Adha,  Ka Uwa Prakarsai Pelaku Usaha Tambang Rakyat Balayo Bantu Pembangunan Masjid Nurul Yaqin

8 bulan ago

FOLLOW US

BROWSE BY CATEGORIES

  • Advertorial
  • Daerah
  • Hukum & Kriminal
  • Nasional
  • News
  • Olahraga
  • Opini
  • Parlemen
  • Politik
  • Travel

BROWSE BY TOPICS

2018 League Balinese Culture Bali United Budget Travel Champions League Chopper Bike Doctor Terawan Istana Negara Market Stories National Exam Visit Bali

POPULAR NEWS

  • Paradoks Keadilan: Senjata Laras Panjang Mengawal Mesin di Tanah Leluhur

    Paradoks Keadilan: Senjata Laras Panjang Mengawal Mesin di Tanah Leluhur

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Penyidik Dan Jaksa Penuntut Umum Tak Profesional, Putusan Banding Pengadilan Tinggi Soal Pupuk Bersubsidi di Popayato Cederai Rasa Keadilan.

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Terkuaknya Percakapan Rahasia: Indikasi Skenario Terstruktur antara Oknum Pendeta dan Oknum Kapolsek dalam Kasus Pupuk Bersubsidi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Struktur Saham PETS Berubah, Anggota Koperasi Meradang: “Kesejahteraan Tak Pernah Kami Rasakan”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menakar Peran TNI dalam Distribusi BBM: Respons Tegas Dandim Boalemo atas Isu Pembekingan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Menyediakan Informasi dan berita akurat, terpercaya

Follow us on social media:

Recent News

  • MK Putuskan Bahwa Wartawan Tidak Langsung Dituntut Pidana Terkait Pemberitaan
  • Ketua JMSI Tinjau Kantor Kabar Multimedia Grup, Persiapan JMSI Pohuwato Dinilai Matang
  • Ketua DPC Gerindra Saipul Mbuinga Bersama Pengurus Menyerahkan Bantuan Kepada Korban Banjir di Desa Hulawa

Category

  • Advertorial
  • Daerah
  • Hukum & Kriminal
  • Nasional
  • News
  • Olahraga
  • Opini
  • Parlemen
  • Politik
  • Travel
Kontradiksi.id

PT Kabar Multimedia Group

  • About
  • Advertise
  • Careers
  • Contact

© 2025 Hosted by Cell Cloud Services - Copyright by PT Kabar Multimedia Group.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Advertorial
  • News
  • Nasional
  • Hukum & Kriminal
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Politik
  • Travel
  • Opini

© 2025 Hosted by Cell Cloud Services - Copyright by PT Kabar Multimedia Group.