Jumat, Januari 23, 2026
  • About
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Kontradiksi.id
  • Home
    • Home – Layout 1
  • News
  • Advertorial
  • Nasional
  • Hukum & Kriminal
  • Opini
  • Politik
  • Login
No Result
View All Result
Kontradiksi.id
Home Advertorial

Kapolres Bantah Intimidasi Ibu Hamil yang Alami Pendarahan Usai Pemeriksaan di Mapolres Pohuwato

Redaksi Kontradiksi.id by Redaksi Kontradiksi.id
Juli 30, 2025
in Advertorial, Daerah, Hukum & Kriminal, News, Opini, Parlemen
0
Kapolres Bantah Intimidasi Ibu Hamil yang Alami Pendarahan Usai Pemeriksaan di Mapolres Pohuwato
0
SHARES
7
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

KONTRADIKSI.ID, Pohuwato —Seorang perempuan hamil berinisial SA mengaku mendapat perlakuan intimidatif dari Kapolres Pohuwato, AKBP Busroni, saat hendak membesuk suaminya yang sedang ditahan di sel Mapolres pada Minggu malam, 27 Juli 2025, sekitar pukul 18.30 WITA. Insiden tersebut membuat SA yang tengah mengandung tujuh bulan harus menjalani pemeriksaan hingga larut malam dan berujung pada pendarahan hebat.

Kepada sejumlah awak media, SA menceritakan bahwa dirinya datang ke Mapolres bersama adik laki-lakinya untuk mengantarkan makanan kepada sang suami, SV, yang belum lama ini menjalani operasi usus buntu.

Related posts

MK Putuskan Bahwa Wartawan Tidak Langsung Dituntut Pidana Terkait Pemberitaan

Januari 19, 2026
Ketua JMSI Tinjau Kantor Kabar Multimedia Grup, Persiapan JMSI Pohuwato Dinilai Matang

Ketua JMSI Tinjau Kantor Kabar Multimedia Grup, Persiapan JMSI Pohuwato Dinilai Matang

Januari 14, 2026

“Suami saya sudah beberapa bulan ditahan, dan baru saja menjalani operasi. Saya datang hanya untuk memastikan kondisinya baik-baik saja. Biasanya kalau tidak diberi izin, saya hanya titipkan makanan di piket dan langsung pulang. Tapi hari itu saya diizinkan masuk, jadi saya serahkan langsung ke suami saya,” ujar SA.

Menurut SA, setelah mendapat izin dari petugas piket, ia kemudian masuk ke area tahanan untuk menyerahkan makanan secara langsung. Namun, sesaat setelah berada di depan sel, Kapolres Pohuwato AKBP Busroni berhenti dan menegurnya. Dengan nada tinggi dan sikap yang disebutnya arogan, Kapolres langsung menegur keras SA.

“Beliau marah-marah, menunjuk-nunjuk saya dan berkata, ‘Kau ini tak mau dengar saya ya? Sudah berulang kali dilarang datang di luar jam besuk, tapi masih juga datang!’,” ungkap SA menirukan ucapan Kapolres.

Tak hanya dimarahi, SA juga mengaku diperintahkan untuk diperiksa lebih lanjut oleh personel Polres. Dua anggota polisi, yakni Fahmi Suleman dan seorang provos bernama Axel, kemudian membawa SA ke ruang pemeriksaan untuk dimintai keterangan.

Pemeriksaan tersebut, kata SA, berlangsung sejak pukul 18.30 WITA hingga pukul 01.30 dini hari, tanpa kehadiran pendamping hukum ataupun penjelasan mengenai hak-haknya sebagai warga negara.

“Selama diperiksa saya sudah merasa sakit di bagian perut. Saya bilang saya hamil, tapi tetap ditahan dan tak diizinkan pulang karena katanya itu perintah Kapolres,” jelas SA.

Setelah mengeluh kesakitan, SA akhirnya dipulangkan. Namun, dalam perjalanan pulang, ia mengalami pendarahan hebat. Keesokan harinya, SA dilarikan ke Rumah Sakit Bumi Panua (RSBP) Pohuwato.

Menurut SA, dari hasil pemeriksaan medis, diketahui bahwa usia kandungannya sudah menginjak 26 minggu atau sekitar tujuh bulan, dan ia telah memasuki pembukaan pertama.

Tanggapan Kapolres Pohuwato

Menanggapi tudingan tersebut, Kapolres Pohuwato AKBP Busroni membantah telah bersikap intimidatif terhadap SA. Ia menjelaskan bahwa sikap tegas yang diambil saat itu bukan ditujukan kepada SA, melainkan kepada petugas jaga yang dianggap melanggar prosedur.

“Saya lewat gedung tahanan usai magrib, hendak ke acara takziah. Di situ saya melihat ada ibu-ibu dan seorang anak berada di dalam ruang tahanan. Saya tanya ke petugas, ini hari Minggu, bukan hari besuk. Jadi kenapa bisa masuk? Dari keterangan anggota, ibu itu katanya memaksa,” ujar AKBP Busroni.

Menurutnya, tindakan pemeriksaan dilakukan untuk mendalami apakah ada kelalaian dari petugas atau pelanggaran prosedur oleh pengunjung.

“Ibu itu bukan ditahan, tapi dimintai keterangan sebagai saksi. Karena masuk ke area tahanan itu ada prosedurnya. Kami tindak lanjuti untuk memastikan ada tidaknya pelanggaran yang dilakukan oleh anggota saya,” tegasnya.

Terkait kondisi kesehatan SA yang mengalami pendarahan usai diperiksa, Kapolres menyatakan pihaknya tidak mengetahui kejadian tersebut.

“Kami sama sekali tidak tahu soal pendarahan itu. Namun kami tegaskan kembali, masyarakat yang ingin membesuk keluarga di tahanan agar mengikuti aturan. Jam besuk sudah diatur, yaitu setiap hari Selasa dan Kamis,” pungkasnya. RED

Previous Post

Tambang Ilegal Ala Kartel: Yusrin-Kasim Cs Di-Back Up Polhut dan Kades, Diduga ‘Setor Aman’ ke Polsek

Next Post

Hamil, Diperiksa Semalam Suntuk, Lalu Berdarah: LSM Labrak Desak Investigasi Kapolres

Next Post
Hamil, Diperiksa Semalam Suntuk, Lalu Berdarah: LSM Labrak Desak Investigasi Kapolres

Hamil, Diperiksa Semalam Suntuk, Lalu Berdarah: LSM Labrak Desak Investigasi Kapolres

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RECOMMENDED NEWS

Could Cristiano Ronaldo really be about to leave Real Madrid?

10 bulan ago
Delusi Kemerdekaan: Kedaulatan yang Dikorbankan di Atas Meja Konsesi

Delusi Kemerdekaan: Kedaulatan yang Dikorbankan di Atas Meja Konsesi

5 bulan ago
Arogansi Oknum Purnawirawan TNI di Konsesi Tambang, Pendiri LABRAK: “Lahan Penambang Belum Dibayar”

Arogansi Oknum Purnawirawan TNI di Konsesi Tambang, Pendiri LABRAK: “Lahan Penambang Belum Dibayar”

5 bulan ago
Aliansi RADO Desak Transparansi, Tolak Dominasi Oligarki di Tambang Pohuwato

Aliansi RADO Desak Transparansi, Tolak Dominasi Oligarki di Tambang Pohuwato

5 bulan ago

FOLLOW US

BROWSE BY CATEGORIES

  • Advertorial
  • Daerah
  • Hukum & Kriminal
  • Nasional
  • News
  • Olahraga
  • Opini
  • Parlemen
  • Politik
  • Travel

BROWSE BY TOPICS

2018 League Balinese Culture Bali United Budget Travel Champions League Chopper Bike Doctor Terawan Istana Negara Market Stories National Exam Visit Bali

POPULAR NEWS

  • Paradoks Keadilan: Senjata Laras Panjang Mengawal Mesin di Tanah Leluhur

    Paradoks Keadilan: Senjata Laras Panjang Mengawal Mesin di Tanah Leluhur

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Penyidik Dan Jaksa Penuntut Umum Tak Profesional, Putusan Banding Pengadilan Tinggi Soal Pupuk Bersubsidi di Popayato Cederai Rasa Keadilan.

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Terkuaknya Percakapan Rahasia: Indikasi Skenario Terstruktur antara Oknum Pendeta dan Oknum Kapolsek dalam Kasus Pupuk Bersubsidi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Struktur Saham PETS Berubah, Anggota Koperasi Meradang: “Kesejahteraan Tak Pernah Kami Rasakan”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menakar Peran TNI dalam Distribusi BBM: Respons Tegas Dandim Boalemo atas Isu Pembekingan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Menyediakan Informasi dan berita akurat, terpercaya

Follow us on social media:

Recent News

  • MK Putuskan Bahwa Wartawan Tidak Langsung Dituntut Pidana Terkait Pemberitaan
  • Ketua JMSI Tinjau Kantor Kabar Multimedia Grup, Persiapan JMSI Pohuwato Dinilai Matang
  • Ketua DPC Gerindra Saipul Mbuinga Bersama Pengurus Menyerahkan Bantuan Kepada Korban Banjir di Desa Hulawa

Category

  • Advertorial
  • Daerah
  • Hukum & Kriminal
  • Nasional
  • News
  • Olahraga
  • Opini
  • Parlemen
  • Politik
  • Travel
Kontradiksi.id

PT Kabar Multimedia Group

  • About
  • Advertise
  • Careers
  • Contact

© 2025 Hosted by Cell Cloud Services - Copyright by PT Kabar Multimedia Group.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Advertorial
  • News
  • Nasional
  • Hukum & Kriminal
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Politik
  • Travel
  • Opini

© 2025 Hosted by Cell Cloud Services - Copyright by PT Kabar Multimedia Group.