Pohuwato,(kontradiksi ) – Gotong royong masyarakat penambang rakyat Desa Botubilitahu , kecamatan Marisa kabupaten Pohuwato menjadi bukti kuat bahwa kebersamaan dan semangat gotong royong mampu mewujudkan hal-hal besar, termasuk pembangunan masjid.
Masjid Baitussalam, merupakan hasil kolaborasi antara Penambang Emas tanpa ijin (PETI) Pemerintah Kecamatan Marisa, Himpunan Pemuda Masjid (HPM) Kabupaten Pohuwato, serta masyarakat setempat.
Sehingga Kegiatan peresmian masjid dapat dilakukan dan di rangkaian dengan Taushiyah, Dzikir, dan Doa yang dihadiri oleh tokoh masyarakat, tokoh agama, dan pemuda, dan para penambang lokal. Tema acara, “Pusat Kekuatan Islam Ada di Masjid”, menekankan peran masjid sebagai pusat pembinaan moral, spiritual, dan kebersamaan.
Dalam sambutannya camat Marisa, Usman hadis Bay SH, mengatakan Masjid Baitussalam tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat kegiatan keagamaan, sosial, dan pendidikan.
Pembangunannya berkat partisipasi aktif masyarakat penambang rakyat dan deminasi lokal, yang menunjukkan bahwa kepedulian kolektif mampu menggerakkan perubahan positif.
Sinergi antara pemerintah, pemuda, dan masyarakat penambang lokal menjadi kunci keberhasilan pembangunan masjid di desa ini.
Dengan adanya masjid yang aktif dan berkelanjutan, nilai-nilai keislaman dapat terus diperkuat dalam kehidupan bermasyarakat. Gotong royong bukan hanya semangat, tetapi juga bentuk kepedulian yang mampu mengubah masa depan, tutupnya.
Sementara itu perwakilan penambang lokal desa Botubilitahu dusun empat Kian Hilalingo mengatakan ia bersyukur sudah ada mesjid di dusun kami, Alhamdulillah berkat kerja sama para penambang serta masyarakat pembangunan di mesjid di dusun empat bisa terwujud.
“Alhamdulillah berkat kerja sama masyarakat mesjid Baitussalam bisa terwujud sampai di resmikan saat ini “.
Saya berharap kerjasama dan bekersamaan ini bisa terjalin dan sehingga mewujudkan maanpaat untuk daerah, tutupnya.








