KONTRADIKSI.ID, Pohuwato – Kondisi infrastruktur sekolah kembali menjadi sorotan publik, kali ini datang dari SDN 03 Patilanggio yang beralamat di Jl. Trans Sulawesi, Desa Iloheluma, Kecamatan Patilanggio, Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo. Sekolah negeri yang telah terakreditasi B berdasarkan SK No. 188.4/BAP-SM/042/SK/X/2016 ini menghadapi persoalan serius: banjir yang kerap melanda halaman sekolah setiap kali hujan deras mengguyur.
Kepala sekolah, Watiyem Mad Sukemi, saat ditemui awak media menuturkan bahwa banjir tidak hanya menggenangi halaman sekolah, melainkan juga meluas hingga ke perumahan guru. Kondisi ini telah berlangsung bertahun-tahun dan menimbulkan keresahan, baik bagi para pendidik maupun siswa.
“Iya, saya dan teman-teman guru mengeluh karena setiap hujan turun, sekolah dan perumahan selalu digenangi air,” ungkap Watiyem.
Menurutnya, permasalahan utama terletak pada ketiadaan sistem drainase yang memadai di lingkungan sekolah. Karena itu, pihak sekolah mengusulkan pembangunan drainase sepanjang 150 meter lengkap dengan satu plat deker. Solusi ini diharapkan mampu mengurangi risiko banjir, menciptakan lingkungan belajar yang lebih nyaman, sekaligus melindungi aset sekolah serta perumahan guru dari kerusakan.
Melalui media, Watiyem juga menyampaikan harapannya agar Pemerintah Kabupaten Pohuwato, khususnya Dinas Pendidikan maupun instansi teknis terkait, dapat memberi perhatian lebih terhadap kebutuhan dasar sekolah. “Kenyamanan siswa dan guru dalam proses belajar mengajar tidak boleh terganggu hanya karena persoalan infrastruktur dasar. Drainase yang baik adalah kebutuhan mendesak, bukan sekadar tambahan,” tegasnya.
Kasus SDN 03 Patilanggio menjadi cerminan bagaimana pembangunan infrastruktur pendidikan tidak hanya sebatas ruang kelas atau sarana pembelajaran, tetapi juga menyangkut penataan lingkungan yang mendukung proses belajar. Dalam konteks kebijakan publik, kebutuhan akan drainase ini sejalan dengan prinsip penyediaan fasilitas pendidikan yang layak, sehat, dan aman bagi seluruh civitas sekolah.
Kini, harapan para guru dan siswa SDN 03 Patilanggio tertuju pada komitmen pemerintah daerah untuk segera mengambil langkah konkret. Sebab, investasi terbaik bagi masa depan generasi bangsa tidak hanya ditentukan oleh kurikulum atau kualitas pengajar, tetapi juga oleh lingkungan belajar yang mendukung dan bebas dari ancaman banjir.
TimRedaksi








