Jumat, Januari 23, 2026
  • About
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
Kontradiksi.id
  • Home
    • Home – Layout 1
  • News
  • Advertorial
  • Nasional
  • Hukum & Kriminal
  • Opini
  • Politik
  • Login
No Result
View All Result
Kontradiksi.id
Home Advertorial

Tambang Tanpa Keadilan: PETI Jadi Kambing Hitam, Korporasi Dapat Karpet Merah

Redaksi Kontradiksi.id by Redaksi Kontradiksi.id
Agustus 18, 2025
in Advertorial, Daerah, Hukum & Kriminal, Nasional, News, Opini, Parlemen, Politik
0
Tambang Tanpa Keadilan: PETI Jadi Kambing Hitam, Korporasi Dapat Karpet Merah
0
SHARES
78
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Soni Samoe
(Pendiri LSM LABRAK – Lembaga Aksi Bela Rakyat)

KONTRADIKSI.ID Pohuwato, 18/08/2025 –Isu Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Pohuwato sejatinya bukanlah perkara baru. Jika menggunakan istilah medis, maka PETI dapat dianalogikan sebagai penyakit kronis stadium lanjut yang sudah lama dibiarkan tanpa penanganan preventif. Ironisnya, kepanikan baru muncul ketika dampak lingkungan telah mencapai titik akut. Pertanyaan mendasarnya: di mana para pemangku kepentingan selama ini?

Related posts

MK Putuskan Bahwa Wartawan Tidak Langsung Dituntut Pidana Terkait Pemberitaan

Januari 19, 2026
Ketua JMSI Tinjau Kantor Kabar Multimedia Grup, Persiapan JMSI Pohuwato Dinilai Matang

Ketua JMSI Tinjau Kantor Kabar Multimedia Grup, Persiapan JMSI Pohuwato Dinilai Matang

Januari 14, 2026

Sejak 2013, saya telah berulang kali mengingatkan bahaya laten PETI. Forum resmi, diskusi publik, hingga aksi demonstrasi telah saya tempuh sebagai jalan peringatan. Tanda-tanda kerusakan ekosistem sesungguhnya sudah sangat kasat mata, tetapi alarm peringatan itu seakan tidak pernah terdengar. Kini, ketika alam hampir sampai pada titik “breakdown,” barulah semua pihak berpura-pura tersentak dari tidur panjangnya.

Lebih ironis lagi, konstruksi narasi yang dibangun di ruang publik cenderung menyalahkan satu pihak saja: pelaku PETI lokal. Padahal, ini jelas reduksionis dan menutup mata dari kenyataan struktural yang lebih besar. Apakah kita pura-pura tidak tahu bahwa perusahaan raksasa seperti PT Merdeka Cooper Gold hingga kini saja belum jelas status dokumen AMDAL-nya?

Arahkan pandangan ke Gunung Pani. Dari sudut mana pun di sekitar ibu kota Pohuwato, tampaklah luka terbuka: bukit yang semakin tandus, hutan yang tergerus, dan tanah yang rentan erosi. Aktivitas korporasi berskala besar jelas menyumbang sedimentasi masif di hilir. Maka, menyalahkan semata PETI rakyat tanpa menyentuh kontribusi korporasi adalah bentuk ketidakadilan epistemik sekaligus politik.

Lebih jauh, ada paradoks lain. Sebagian pelaku PETI lokal justru berupaya menunjukkan tanggung jawab moral—misalnya dengan membantu pengerukan sedimen demi kepentingan petani. Fakta ini membuktikan bahwa generalisasi bahwa “semua PETI perusak” adalah sesat pikir. Yang perlu ditegakkan adalah diferensiasi: siapa yang bertanggung jawab dan siapa yang abai. Atensi hukum mesti diarahkan pada aktor-aktor PETI yang tidak peduli dampak ekologis, baik itu individu bermodal kecil maupun korporasi bermodal raksasa.

Namun, yang paling sering absen dalam diskursus ini adalah peran pemerintah daerah. Bagaimana mungkin solusi bisa diharapkan, jika Dokumen Jaminan Reklamasi Pasca Tambang—syarat utama terbitnya Izin Pertambangan Rakyat (IPR)—hingga kini tak jelas nasibnya? Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) sebenarnya sudah ditetapkan melalui SK Gubernur Gorontalo Nomor 98 Tahun 2022, tetapi terlambat 13 tahun dibandingkan penetapan Wilayah Usaha Pertambangan (WUP) untuk korporasi besar sejak 2009.

Keterlambatan struktural inilah yang menciptakan ruang abu-abu hukum, sehingga masyarakat tambang terjebak dalam stigma “ilegal.” Mereka ibarat “anak tiri” di tanah sendiri: dipinggirkan regulasi, tapi diperas realitas ekonomi.

Dalam konteks ini, isu PETI seharusnya dibaca sebagai momentum untuk menata ulang regulasi. Alih-alih terus-menerus mengutuk, negara justru mestinya hadir dengan menuntaskan prasyarat administratif IPR, sehingga aktivitas rakyat tambang memiliki payung legal yang jelas. Tanpa itu, kita hanya melestarikan ketidakpastian, membiarkan konflik horizontal terus berulang, dan pada akhirnya merusak legitimasi negara di mata rakyat.

Media, wartawan, dan LSM memang konsisten menjadi garda depan mengawal isu ini. Namun, ironinya, suara-suara publik justru lebih sering diposisikan sebagai “gangguan” ketimbang sebagai instrumen koreksi kebijakan. Padahal, di dalam demokrasi, fungsi check and balance tidak hanya milik legislatif, tetapi juga publik sipil yang bersuara.

Oleh karena itu, antitesis dari situasi timpang ini adalah: menata ulang ekosistem pertambangan rakyat, menghadirkan keadilan ekologis sekaligus keadilan sosial. Pemerintah daerah mesti segera menuntaskan dokumen prasyarat IPR, sementara aparat hukum harus objektif menindak aktor-aktor perusak lingkungan, tanpa pandang bulu. Korporasi besar pun tidak boleh lagi berlindung di balik jargon investasi sambil mengabaikan kewajiban AMDAL.

Jangan biarkan rakyat termarginalisasi di tanah kelahirannya sendiri. Jangan pula biarkan korporasi transnasional mendapatkan karpet merah tanpa transparansi dan akuntabilitas.

Pada akhirnya, isu PETI bukan sekadar problem ekonomi rakyat, melainkan juga persoalan keberlanjutan lingkungan, keadilan sosial, dan bahkan kredibilitas negara. Jika kita masih terus melihat masalah ini dengan kacamata sempit, maka benar adanya, bangsa ini akan terus mengulangi kesalahan yang sama: mengobati penyakit setelah kronis, alih-alih mencegah sejak dini.

Tim-RedaksiKONTRADIKSI.ID

Previous Post

Delusi Kemerdekaan: Kedaulatan yang Dikorbankan di Atas Meja Konsesi

Next Post

Aliansi RADO Desak Transparansi, Tolak Dominasi Oligarki di Tambang Pohuwato

Next Post
Aliansi RADO Desak Transparansi, Tolak Dominasi Oligarki di Tambang Pohuwato

Aliansi RADO Desak Transparansi, Tolak Dominasi Oligarki di Tambang Pohuwato

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RECOMMENDED NEWS

Keluarga Bicara Fakta: Meninggalnya Nani Atune Bukan Karena Alat Berat

Keluarga Bicara Fakta: Meninggalnya Nani Atune Bukan Karena Alat Berat

7 bulan ago

Millions of Indigenous People May Lose Voting Rights: Alliance

10 bulan ago
KODIM 1313/POHUWATO RESMI BUKA PERSEMI KORPS KADET REPUBLIK INDONESIA GELOMBANG III TRIWULAN VI Tahun 2025

KODIM 1313/POHUWATO RESMI BUKA PERSEMI KORPS KADET REPUBLIK INDONESIA GELOMBANG III TRIWULAN VI Tahun 2025

1 bulan ago

Pelayanan KB Gratis Di TPMB Visty Husada Duhiadaa Warnai Momen Milad IBI Ke 74

8 bulan ago

FOLLOW US

BROWSE BY CATEGORIES

  • Advertorial
  • Daerah
  • Hukum & Kriminal
  • Nasional
  • News
  • Olahraga
  • Opini
  • Parlemen
  • Politik
  • Travel

BROWSE BY TOPICS

2018 League Balinese Culture Bali United Budget Travel Champions League Chopper Bike Doctor Terawan Istana Negara Market Stories National Exam Visit Bali

POPULAR NEWS

  • Paradoks Keadilan: Senjata Laras Panjang Mengawal Mesin di Tanah Leluhur

    Paradoks Keadilan: Senjata Laras Panjang Mengawal Mesin di Tanah Leluhur

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Penyidik Dan Jaksa Penuntut Umum Tak Profesional, Putusan Banding Pengadilan Tinggi Soal Pupuk Bersubsidi di Popayato Cederai Rasa Keadilan.

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Terkuaknya Percakapan Rahasia: Indikasi Skenario Terstruktur antara Oknum Pendeta dan Oknum Kapolsek dalam Kasus Pupuk Bersubsidi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Struktur Saham PETS Berubah, Anggota Koperasi Meradang: “Kesejahteraan Tak Pernah Kami Rasakan”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menakar Peran TNI dalam Distribusi BBM: Respons Tegas Dandim Boalemo atas Isu Pembekingan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Menyediakan Informasi dan berita akurat, terpercaya

Follow us on social media:

Recent News

  • MK Putuskan Bahwa Wartawan Tidak Langsung Dituntut Pidana Terkait Pemberitaan
  • Ketua JMSI Tinjau Kantor Kabar Multimedia Grup, Persiapan JMSI Pohuwato Dinilai Matang
  • Ketua DPC Gerindra Saipul Mbuinga Bersama Pengurus Menyerahkan Bantuan Kepada Korban Banjir di Desa Hulawa

Category

  • Advertorial
  • Daerah
  • Hukum & Kriminal
  • Nasional
  • News
  • Olahraga
  • Opini
  • Parlemen
  • Politik
  • Travel
Kontradiksi.id

PT Kabar Multimedia Group

  • About
  • Advertise
  • Careers
  • Contact

© 2025 Hosted by Cell Cloud Services - Copyright by PT Kabar Multimedia Group.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Advertorial
  • News
  • Nasional
  • Hukum & Kriminal
  • Parlemen
  • Olahraga
  • Politik
  • Travel
  • Opini

© 2025 Hosted by Cell Cloud Services - Copyright by PT Kabar Multimedia Group.